DETIK-IWOINDONESIANEWS.COM

Jujur , Terpercaya, Aktual , Dan Berani Bicara Fakta

terkini

Banda Aceh dan Aceh Besar Mengalami Gelap Gulita, Masyarakat Menyebut PLN Bukan Lagi Perusahaan Listrik Negara, Melainkan Perusahaan Lilin Negara

IWOINDONESIANEWS.COM
Selasa, 04 Juni 2024, Juni 04, 2024 WIB Last Updated 2024-06-05T01:39:11Z

 




Aktivitas Banda Aceh dan Aceh Besar Tidak Berjalan




Banda Aceh_Iwo-Indonesianews.com

Menurut penelusuran media Harian-RI.com dan media Iwo-Indonesianews.com, 2 media yang menelusuri wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar terkait padamnya listrik, listrik padam mulai pukul 12.00 wib siang  hingga pukul 05.30 wib. 



Seluruh masyarakat wilayah Banda Aceh dan Aceh besar dibeberapa daerah, dimulai dari simpang jantho, lambaro, simpang surabaya, simpang mesra, jambo tape, kajhu, ba'et, cadek, desa neuheun, hingga krueng raya dan lam teuba listrik padam total, sehingga aktivitas masyarakat terhenti selama 17 jam 30 menit, walau listrik sempat hidup, itu cuma 5 menit. 


Salah satu masyarakat kajhu yang sempat di konfirmasi oleh media Harian-RI.com, Ruddi mengatakan, Selasa 04 Juni 2024, “dari siang tadi hingga pukul 21.00 wib kita tidak bisa melakukan aktifitas, baik itu pengambilan dana maupun pengiriman dana, padahal kita membutuhkan dana untuk membeli susu anak, tapi tidak bisa kita ambil”, ketus Ruddi.


Yusuf salah satu warga Labuy, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dengan nada ketus menuturkan, tidak pernah mati lampu separah hari ini, ini benar benar membuat kita jengkel, cuaca sudah panas, lampu tak kunjung hidup dan kita ingin mengambil dana melalui link tidak bisa, untuk membeli lilin atau minyak tanah, jadi Perusahaan Listrik Negara lebih cocok dinamakan Perusahaan Lilin Negara, ketus Yusuf sambil berlalu.


Sementara ditempat yang berbeda, salah satu warga desa Neuheun, Zakir melontarkan dengan nada yang sama, “listrik sebentar mati, sebentar hidup, sebelum hari ini listrik mati dari siang tadi hingga pukul 23.00, kemarin nya lebih parah, listrik sebentar mati, sebentar hidup, banyak warga disini yang elektronik nya rusak, apakah PLN mau mengganti rugi?, jika masyarakat 3 bulan atau 4 bulan nunggak PLN kalang kabut dan langsung memutus Listrik warga tanpa ada tempo sedikit pun”, ucap Zakir. 


Apalagi hari ini, mulai tadi siang hingga pukul 23.00 wib (pukul 11 malam) tidak kunjung hidup, hidup ada tapi cuma 2 kali, itupun cuma 2 menit dan 5 menit paling lama, apakah listrik padam sampai besok (hari ini, red). 



“Alasannya ada yang rusak di langsa, entah itu benar atau tidak kami selaku warga tidak tau, yang jelas aktifitas kami terhenti dan terpaksa kami harus membeli lilin karena kami tidak mempunyai genset, karena mayoritas masyarakat sini golongan terbawah terpaksa lilin laku keras malam ini, jadi PLN lebih pantas disebut Perusahaan Lilin Negara”, tutur Zakir dengan nada kesal. 


Sampai pukul 05.30 wib, rabu subuh, listrik baru kembali hidup setelah sholat subuh berlalu. 


Sementara Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Lukman Hakim sebelumnya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang ada di provinsi Aceh, “Saat ini info sementara ada gangguan subsistem Aceh dari sisi transmisi di Langsa-Brandan,” ucap Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Lukman Hakim, Senin, 3 Juni 2024.


Lukman mengatakan, akibat gangguan tersebut kondisi sistem di Langsa sampai Banda Aceh padam. Meski demikian, ia belum bisa memastikan informasi penyebab gangguan itu.


“Mohon bersabar sedang kami pastikan informasinya,” ujar Lukman Hakim kepada salah satu media online lokal Aceh. 


Apapun alasan Lukman Hakim, aktifitas masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar terhenti selama 17 jam 30 menit, membuat hampir seluruh warga Banda Aceh dan Aceh Besar merasa gerah, karena aktifitas masyarakat terhenti.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Banda Aceh dan Aceh Besar Mengalami Gelap Gulita, Masyarakat Menyebut PLN Bukan Lagi Perusahaan Listrik Negara, Melainkan Perusahaan Lilin Negara